Senin, 15 Juli 2024

BERKAH KETAQWAAN

 

Tersebutlah seorang pemuda yang sangat bertaqwa, dia sangat lugu dan polos. Suatu ketika pemuda itu belajar kepada seorang syaikh. Setelah cukup waktu dalam menuntut ilmu kepada syaikh itu, tibalah pemuda itu dan teman-temannya untuk meninggalkan tempat mereka belajar.

“Kalian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya, seorang alim yang menadahkan tangannya kepada orang-orang berharta, tak ada kebaikan dalam dirinya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing-masing. Sertakanlah selalu ketaqwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut. "Nasehat syaikh kepada pemuda itu dan teman-teman nya.

Kemudian pemuda itu kembali pulang ke rumahnya.

“Ibu apakah pekerjaan yang dulu dikerjakan oleh Ayahku? "Tanya pemuda kepada ibunya suatu hari.

"Ayahmu sudah meninggal. Kenapa kau menanyakan pekerjaanAyahmu?” jawab ibunya dengan suara bergetar.

Pemuda itu terus mendesak agar di beritahu tentang pekerjaan ayahnya, dan si ibu selalu mengelak. Namun akhirnya, ibunya terpaksa memberi tahu meskipun dengan berat hati “Ayahmu dulu seorang pencuri," beritahu ibunya dengan nada jengkel.

"Guru saya memerintahkan kepada kami murid-muridnya, untuk bekerja seperti pekerjaan Ayahnya dan dengan ketaqwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut." kata anaknya.

"Hai, apakah dalam melakukan pekerjaan mencuri itu ada ketaqwaan?" sela ibunya.

“Ya, begitu kata bapak Guru, jawab anaknya dengan polos.

Kemudian pemuda itu pergi bertanya kepada orang-orang dan belajar bagaimana cara pencuri itu melakukan pekerjaannya, hingga akhirnya pemuda itu mengetahui cara dan tehnik mencuri.

Usai shalat isya', pemuda itu menyiapkan alat-alat yang akan digunakan mencuri dan menunggu sampai semua orang tertidur lelap.

Setelah waktunya dianggap tepat, pemuda itu keluar rumah untuk menjalankan pekerjaan ayahnya waktu dulu, seperti perintah gurunya. Untuk awal pekerjaannya, dimulai dari rumah tetangganya.

Saat hendak masuk ke dalam rumah yang akan dijarahnya, diajangat pesan gurunya agar selalu bertaqwa. Padahal mengganggu rumah tetangganya bukanlah termasuk taqwa. Lalu rumah tetangganya itu ditinggalkan.

Pemuda itu melewati rumah lain, “Ini rumah anak yatim, dan Allah memperingatkan agar tidak memakan harta anak yatim," bisiknya pada dirinya sendiri.

Kembali pemuda itu meninggalkan rumah yang hendak dicurinya. Kemudian ia berada di rumah seorang pedagang yang kaya dan kebetulan tidak ada penjaganya, dan semua orang tahu, bahwa pedagang itu memiliki harta yang melebihi kebutuhannya.

"Hmmm, di sinilah tempat yang tepat," gumam pemuda itu.

Pemuda itu kemudian memulai aksinya, dia berusaha membuka pintu dengan kunci-kunci palsu yang telah disiapkannya. Setelah berhasil masuk, rumah itu ternyata sangat besar dan mempunyai

banyak kamar. Dia berkeliling di dalam rumah, hingga ia menemukan kamar tempat menyimpan harta.

Pemuda itu membuka sebuah kotak, di kotak itu terdapat emas, perak dan uang dalam jumlah yang banyak. Ketika pemuda itu hendak mengambil dan dimasukkan kantung yang telah disiapkan, dia berkata pada dirinya sendiri;

“Eh, jangan! Guru berpesan agar aku selalu bertaqwa. Barangkali pedagang pemilik rumah ini belum mengeluarkan zakat hartanya. Bila demikian, sebaiknya kukeluarkan zakatnya terlebih dulu."

Pemuda itu mengambil buku-buku catatan yang ada di tempat itu dan menghidupkan lentera kecil. Sambil membuka lembaran buku-buku itu dia menghitung, dia memang pandai menghitung dalam pembukuan. Dia hitung semua harta yang ada di dalam kamar itu, lalu memperkirakan berapa zakatnya. Kemudian dia pisahkan harta yang akan dizakatkan.

Pemuda itu terus menghitung dan menghabiskan waktunya sampai berjam-jam. Ketika sadar, dilihatnya fajar telah menyingsing.

“Ingat, kau harus bertaqwa kepada Allah. Kau harus melaksanakan shalat dulu!" bisiknya kepada dirinya sendiri.

Pemuda itu kemudian keluar menuju kamar mandi mengambil wudhu, lalu menuju ruang tengah untuk shalat.

Tiba-tiba pemilik rumah itu terbangun. Betapa heran dia ketika melihat ada lentera yang menyala dan kamar tempat hartanya dalam keadaan terbuka dan ruang tengah ada seorang yang tengah melakukan shalat.

“Ada apa ini?” tanya istri pedagang itu.

“Demi Allah, aku juga tidak tahu,” jawab suaminya seraya menghampiri pemuda itu.

"Kurang ajar! Siapa kau? Dan sedang apa kau di sini?"

"Shalat dulu, baru nanti bicara. Ayo pergilah berwudhu, lalu shalat bersama. Tuan rumahlah yang berhak jadi imam," jawab pemuda itu dengan enteng, seperti tak melakukan apa-apa.

Dengan perasaan khawatir dan penuh tanda tanya pemilik rumah itu menuruti kehendak pemuda itu. Tetapi wallahu a'lam bagaimana dia bisa shalat?

"Sekarang, coba ceritakan. Siapa kau dan apa urusanmu?" tanya pemilik rumah itu setelah selesai shalat.

"Saya ini seorang pencuri," jawab pemuda itu.

"Lalu apa yang kau perbuat dengan buku-buku catatanku itu?" tanyanya lagi.

“Aku menghitung zakat yang belum Anda keluarkan selama enam tahun. Sekarang aku sudah menghitungnya juga sudah kupisahkan, agar kau dapat memberikannya pada orang yang berhak."

Pedagang pemilik rumah itu menjadi heran dan bingung dengan apa yang dilakukan pemuda pencuri di rumahnya itu.

"Hai, ada apa sebenarnya denganmu? Apa kau gila?" katanya.

Kemudian pemuda itu menceritakan semua yang dialami, mulai dari dia belajar kepada gurunya dan semua nasehat yang diberikan syaikh kepada dirinya.

Mendengar cerita pemuda itu, pemilik rumah itu menjadi terbengong. Namun ia kagum kepada pemuda pencuri itu yang dapat mengetahui ketepatan serta kepandaiannya dalam meng-hitung, juga kejujuran ucapannya, serta juga mengetahui manfaat zakat.

Pemilik rumah itu kemudian menemui istrinya. Berdua mereka berunding. Beberapa saat kemudian, kembali mereka menemui pemuda itu.

"Bagaimana andai kata kau kunikahkan dengan putriku?” kata pedagang pemilik rumah itu, yang memang mempunyai seorang anak gadis. “Aku jadikan kau pegawaiku, kuangkat menjadi juru hitungku. Kau boleh tinggal bersama ibumu di rumah ini."

Pemuda itu sejenak diam, dipikirkan tawaran pedagang itu, dan akhirnya ia mengambil keputusan.

"Baiklah, aku setuju.” jawab pemuda itu.

Pagi hari itu pula, pedagang kaya itu memanggil para saksi untuk acara akad nikah putrinya dengan pemuda itu.

***

Copas dr buku “Dongeng sebelum tidur”

Selasa, 28 Mei 2024

Tuladha serat lelayu

 LELAYU

Iunalillahi Wainna ilaihi raaji'uun.. 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ngaturi uninga bilih ing dinten : Senin Pon, tanggal 6 Mei 2024

Wanci jam : 17.45 WIB (enem kirang seperempat)

Garwa kula:

Bp. Nun Rakhim, S. KaS. Kam

(Guru SDIT Ulil Albab Gondangrejo)

Sampun katimbalan sowan wonten ngarsanipun Allah SWT.

Kanthi tentrem jalaran gerah sakwetawis wekdal

Almarhum dhumugi yuswa : 31 Tahun

Saking kersanipun para keluarga jenazah badhe kapetak benjing:

Dinten : Senin Pon

Tanggal : 6 Mei 2024

Wanci Jam : 23.00 WIB (sewelas dalu)

Dhateng Makam : Pasareyan Dukuh Kricikan

Bidal saking griya : Kricikan Rt 03/05 Rejosari

Gondangrejo Karanganyar

Mbok bilih nalika sugengipun almarhum hanggadahi kalepatan dhumatengp anjenengan sedaya kersa'a paring pangapunten

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kricikan, 6 Mei 2024

Ingkang nandhang sungkowo,

1. Ibu Ani Marfu'ah (Garwa)

2. Putra 2 (dua)

3. Bp.Sunardi-Ibu Sri Nuryadi (Orang Tua)

4. Bp. Misri-Ibu Ngatirah (Mertua)

Sedaya Warga Kricikan

Senin, 20 Mei 2024

Pidhato sambutan perwakilan siswa yang meninggalkan dalam acara perpisahan

 Sabtu, 09 Mei 2023


Teks sesorah pepisahan kelas IX


Assalamualaikum Wr. wb.


Pambuka:

Nuwun,

Dhumateng Bapa pangarsa madrasah, bapa Kasmuin, S. Pd, S. Ag, M. Pd ingkang satuhu kula bekteni,

Dhumateng para dwija ingkang purna ing kawruh, tuntas ing pamawas, ugi tapis ing samukawis,

Dhumateng para tamu undhangan ingkang satuhu luhuring budi,

Sarta kanca-kanca kelas IX tuwin adhik-adhik kelas ingkang kula tresnani.


Sumangga kita sedaya ngaturaken puji syukur wonten ngarsanipun Gusti Allah ingkang maha asih, awit wekdal punika kita sedaya taksih pinaringan rahmat, saengga kita saged makempal kanthi bagas kewarasan, katentreman, lan karaharjan ing adicara pepisahan kelas IX.


Sholawat saha salam mugi katur wonten ngarsanipun junjungan kita, kanjeng nabi Muhammad saw, ingkang tansah kita antu-antu menggah syafaatipun awit ndonya dumugining akhirat.


Surasa:

Para pirawuh ingkang minulya,

Keparenga matur, bilih kula minangka sesulihipun siswa kelas IX, ngaturaken agunging panuwun ingkang tanpa upami dhumateng bapa/ ibu dwija, awit saking sih katresnan panjenengan anggenipun nggulawenthah dhateng kula sakanca nalika ngangsu kawruh wonten ing pawiyatan punika, mugi-mugi pikantuk ngelmu ingkang manfaat lan barokah.


Salajengipun, kula sakanca namung saged memuji, mugi sedaya amal lan kesaenan bapa/ ibu dwija pikantuk piwales saking Gusti Allah ingkang maha agung, saha tansah pinaringan kasarasan, kawilujengan, lan katentreman, saengga saged nggulawenthah dhateng adhik-adhik ngantos paripurnaning pawiyatan.


Para rawuh, 

Boten keraos kula sakanca sampun tigang warsa ngayahi jejibahan ngangsu kawruh wonten ing pawiyatan mriki, kula sakanca nyuwun pangapunten dhumateng bapa/ ibu dwija, awit kula sakanca asring ndamel bapa/ ibu dwija duka ugi kuciwa, saking atur saha solah bawa kula sakanca, ingkang boten mranani penggalih panjenengan sedaya.


Sayektosipun, kula sakanca taseh awrat sanget badhe nilaraken pawiyatan punika amargi sedaya ingkang wonten mriki sampun kados sederek lan kaluarga, ananging, amargi kula sakanca kedah nglajengaken ngangsu kawruh wonten ing pawiyatan kang langkung inggil, kula sakanca kedah saged ikhlas nilaraken pawiyatan punika.


Panutup:

Dhumateng bapa/ ibu dwija saha adhik-adhik, sepisan maleh, kula ndedonga mugi tansah pinaringan rahmat saha karaharjaning Gusti Allah. Aamiin. 

Mugi-mugi MTs Negeri 2 Demak tetep jaya lan majeng prestasinipun.


Wasana cekap semanten atur kula, menawi kathah kalepatan atur saha solah bawa ingkang boten mranani penggalih, kula nyuwun agunging samudra pangaksami.


Jangan kacang winor kara, kaduk uyah kurang gula.

Piwelingku maring pra kanca, aja wedi ing rekasa.

Kayu urip ora ngepang, ijo-ijo godhong jati.

Uwong urip ora gampang, mula padha ngati-ati.


Maturnuwun,

Wassalamualaikum Wr. wb.

Kamis, 02 Mei 2024

TULADHA SESORAH

 

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

 

Allahummasholli a’laa sayyidina muhammad wa ‘alaa aalihi wa’asbih, amma ba’du

 

Nuwun, nuwun, kula nuwun.

 

Wonten ngarsanipun . . . .

Wonten ngarsanipun dewan juri ingkang satuhu luhur ing budi

Wonten ngarsanipun kanca-kanca ingkang kula tresnani.

 

Para pamiharsa,

Sumangga kita sesarengan mocap puji pudyastuti wonten ngarsaning Gusti kang maha Agung inggih punika Gusti Allah SWT, ingkang sampun paring taufiq lan hidayah, dene ing wekdal punika kula saha panjenengan taksih pinaringan kasugengan saha karaharjan, saged pinanggih wonten . . . . . mriki, saperlu badhe ndherek wontenipun lomba sesorah basa jawi. Lajeng boten kesupen shalawat sarta salam kita aturaken dhumateng Rasulullah Muhammad SAW ingkang kita antu-antu syafa’atipun mbenjang wonten dinten akhir.

 

Para pamiharsa,

Kawuningana wonten kalodhangan punika kula badhe ngaturaken sesorah kanthi irah-irahan “Peran Generasi Muda Dalam Membangun Bangsa ”

Tiyang punika dipunwastani muda tumaruna saking yuswanipun inggih punika tiyang ingkang yuswanipun 10-24 taun tur taksih makantar-kantar semangatipun.

Generasi muda inggih punika para kawula muda ingkang badhe nglajengaken lelabuhanipun utawi perjuangan para pinisepuh, pramila wonten ing pundhakipun para muda nasibipun bangsa, khususipun wonten mriki bangsa Indonesia.

 

Kadosta ingkang dipunngendikaken dening Imam Syafi’i:

Syubbanul yaum rijaalul ghod

Tegesipun:

Para muda sapunika badhe dados pemimpin wonten mangsa ingkang badhe dhateng.

 

Para muda,

67 warsa kita sampun ngraosaken endahipun kamardikan. Kangge nggayuh punika prelu lelabuhan utawi perjuangan ingkang awrat sanget, ananging tembung “kamardikan” badhe langkung jangkep menawi saged desang adil lan makmur. Sasampunipun punika jejibahan lajengipun salebeting pembangunan, pembangunan fisik utawi non fisik. Saged kita wastanin fisik inggih punika bangunan-bangunan ingkang sampun wonten. Lan non fisik inggih punika manah lan pikiran kita kangge mbangun.

 

Para muda,

Kita minangka generasi muda, kekudanganing utawi harapan bangsa ingkang boten sekedik cacahipun, kita sanget dipunprelukaken salebeting pembangunan. Kita kedah ngawuningani bilih gesang inggih punika perjuangan lan perjuangan kangge gesang! Kanthi cara punapa kita minangka generasi muda ngisi kamardikan??? Kita kedah nedahaken solah bawa ingkang sae, boten gumedhe, kedah sopan santun, prigel sinau, kreatif utawi trampil, remen tulung tinulung, boten ngrokok, boten ngunjuk alkohol lan boten ngginakaken obat-obatan ingkang kalarang. Amargi menapa para muda??? Sedaya prekawis kalawau menawi kita lampahi saged ngrisak gesang kita, menawi sampun risak, punapa ingkang saged kita lampahi kangge bangsa Indonesia kita??? Temtu kita sampun boten saged malih dados kekudanganing utawi harapan bangsa.

 

Para muda,

Menawi boten kita, sinten malih ingkang badhe memangun bangsa kita??? Dados, sumangga kita sedaya nglenggana punapa ingkang dados jejibahan lan tanggel jawab kita minangka generasi muda. Kita bangun bangsa Indonesia punika wonten arah ingkang langkung sae, kita sedaya generasi muda kekudhanganing bangsa Indonesia.

 

Para muda,

Menawi ngendikan ngenani pemuda punika, hmmmmmmmmm......

Harapan bangsa, pemuda

Harapan umat, pemuda

Harapan agama, pemuda

Harapan negara, pemuda

Harapan pemudi, pemuda.

 

Para muda,

Paripurna, sumangga kita tingali mangsa ingkang badhe dhateng kanthi kathah pangajeng-ajeng ingkang saged ndadosaken mupangat kagem dhiri pribadi, keluarga, bangsa lan negara.

 

Para muda,

Punika ingkang saged kula aturaken, wasana kula hangaturaken agunging panuwun saha nyuwun lubering pangaksami sedaya kekirangan dalah kalepatan kula.

 

Nuwun, nuwun, matur nuwun.

 

Wassalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh.

 

URUT RERONCENING ADICARA WISUDA

 

URUT RERONCENING

ADICARA WISUDA MTs NEGERI 2 DEMAK

TAUN PIWULANGAN 2019/2020

Assalamualaikum Wr.Wb

Mukhodimah.............. (sesuai selera MC).

Kanthi rahmat tentrem rahayu karana peparingipun Allah SWT. Mugi tansah kajiwa kasarira, sumandha ing jiwangga panjenengan sedaya lan kula. Waradin sagung dumadi. Raharja niskala.

Dhumateng para pepundhen, para sesepuh pinisepuh dalah ajisepuh ingkang hanggung hastuti dhateng kautaman.

Para alim ulama' ingkang tansah sumandhing kitab suci wahyuning llahi, rinten kelawan dalu minangka panuntun keblating panembah, mliginipun dhumateng panjenenganipun Bapa KH.....................ingkang tansah kita antu-antu sabdatamanipun.

Pangarsa MTs Negeri 2 Demak nun inggih Bapa Drs. Karsono, M. Pd., ingkang tansah pinundhi-pundhi ing sesama.

Para dwija MTs Negeri 2 Demak, ingkang boten saged kula sebat setunggal baka setunggal ingkang satuhu kinurmatan.

Dhumateng sangya para rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan.

Boten kesupen para karyawan dalah siswa-siswi MTs Negeri 2 Demak ingkang pantes lamun sinudarsana.

Minangka purwakaning atur, sumangga kula dherekaken manungku puja, muji syukur wonten ngarsanipun Allahrobbul izzati, ingkang sampun paring pinten-pinten rahmat saha hidayahipun, saengga wonten ing wekdal menika, kita saged pinanggih kawilujengan, saged kempal manunggal wonten ing adicara Wisuda MTs Negeri 2 Demak taun 2019. Sumangga nikmat menika kita syukuri kanthi billisan biqoulina Alhamdulillahi robbil 'alamin....

Sholawat sarta salam mugi katur dhumateng Rosul Junjungan kita, Muhammad SAW ingkang sampun nglilakaken gesangipun, kangge mbikak pedhuting donya tumuju cahyo ingkang padhang jinglang anelahi alam menika. Mugi kanthi maos sholawat, kita tansah pikantuk syafaatipun minat dunya hattal akhiroh, amin-amin yaa robbal alamin. Para rawuh saha para lenggah ingkang satuhu luhuring budi.

Kula ingkang piniji murwakani atur, minangka jejering pambewara keparenga badhe ngaturaken urut reroncening adicara Wisuda MTs Negeri 2 Demak ing kalenggahan menika.

Wondene adicara ingkang badhe kalampah:

setunggal pambuka.

kaping kalih, tiga, sekawan nun inggih grup paduan suara, wisudawan-wisudawati dalasan para dwija, lumebet ing sasana wisuda.

Adicara kaping gangsal nun inggih, waosan ayat-ayat suci Alqur'an.

Adicara kaping nem nun inggih, waosan tahlil.

Kumandhanging Lagu Indonesia Raya dumawah wonten ing adicara kaping pitu.

kalajengaken adicara kaping wolu nun inggih Prosesi wisuda.

Adicara kaping sanga nun inggih atur pangandikan.

Adicara kaping sedasa sumene utawi (istirohat).

Mauidlotul hasanah dumawah wonten ing adicara kaping sewelas.

Saha adicara ingkang pungkasan nun inggih do'a ateges panutup.

Mekaten para rawuh, menggah rantaman adicara ingkang badhe gumelar ing kalenggahan menika. Mugi tansah manggiha rahayu widada nir ing sambekala....

Para rawuh,

Kula minangka jejering pambewara hambok bilih anggen kula wicara hangrakit basa, wonten kliruning ukara, kisruhing paramasastra, miwah kiranging subasita ingkang siglar ing reh tata krama, kupat janure klapa menawi lepat nyuwun pangapura.

Wabillahit taufiq wal hidayah

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Sugeng Kondur, sugeng lelampahan. Mugi tindak panjenengan saking ngriki ngantos dumugi dalemipun sowang-sowang tansah manggiha rahayu widada nir ing sambekala.

Tuladha Soal Aksara Murda

Soal Aksara Murda

1. Wiwit nom Bung Krno wisberjuang nglawan Walanda.
2. lng tahun 1927 Bung Karno karo kanca-kancane ngedegke pakumpulan tradisional Indonesia.
3. Marga kekendelane Bung Karno nglawan Walanda, Bung Karno nate di asingake menyang Bengkulu.
4. Ing tanggal 17 Agustus 1945 Bung Karno karo Bung Hatta mroklamasike kamardikan negara Indonesia
5. Sabanjure Bung Karno di angkat dadi presiden lndonesia.

Lomba Sesorah (Sejarah R. A Kartini)

Sabtu, 20 April 2019


Sejarah R.A Kartini


        Salah satunggaling pahlawan estri ing Indonesia ingkang kawentar, kejawi Cut Nyak Dien inggih punika R. A Kartini, sanadyan panjenenganipun boten ngginakaken gaman, ananging lelabuhanipun R. A Kartini saged migunani tumrap sadaya tiyang estri mliginipun para wanita ing Indonesia.


    Wonten ing desa Mayong tlatah Jepara, surya kaping 21 wulan april warsa 1879 R. A Kartini dipunlahiraken dening Ibu saking kalangan rakyat biasa ingkang dipundadosaken garwa ampil dening Wedono Mayong R. M. A. A Sosroningrat, R. A Kartini punika putri nomer gangsal saking R. M. A. A Sosroningrat lan urutan ingkang kaping sekawan saka Ibu kandung M. A Ngasirah. Putri ingkang lahir kalawau anggadhahi tetenger kadosta socanipun bunder blalak-blalak sumunar mancarake cahyo kang padhang, kaya-kaya ngadhep masa depan ingkang kathah tantangan. Dina tansah lumaku, R. A Kartini ageng wonten satengahing katentreman lan kasarasan, panjenenganipun kepengin polah, mlayu mrana-mrene boten wonten ingkang menging, punapa kemawon ingkang saged ndamel manahipun bingah nggeh dipunlampahi. Amargi saking kebebasan lan kegesitane kalawau, panjenenganipun dipun parabi "TRINIL" dening Ramanipun.


        Wonten ing jaman semanten lare estri boten angsal ndherek sekolah kados tiyang jaler, amargi tiyang sepuh rikala semanten gadhah penggalih bilih tiyang estri punika namung gadhah tanggel jawab macak, masak tuwin manak. Nalika R. A Kartini milai sekolah ing "Europese Lagere School” Belanda, panjenenganipun remen sanget, sifat ingkang dipungadhahi lan kapinteranipun ingkang linuwih kalawau ndadosaken R. A Kartini cepet lan gampil dipun remeni kanca-kancanipun.


        Pinten-pinten tahun sabibaripun ngrampungaken pendhidhikan ing "Europese Lagere School”, R. A Kartini nggadhahi kekarepan sekolah malih wonten tingkat pndhidhikan ingkang langkung inggil, ananging wonten rasa mamang, ragu ing penggalihipun, amargi wonten paugeran adat bilih kagem kaum ningrat menawi wanita sampun kalih welas tahun yuswanipun kedah nglampahi pingitan.


       Kanthi semangad lan ora kenal putus asa R. A Kartini nambah kawruhe tanpa sekolah amargi piyambakipun sadar menawi ngalamun lan nangis boten bakal wonten asilipun, lajeng salah satunggaling dalan kangge nelasaken wekdal inggih punika kedah tekun, tlaten maos buku punapa kemawon ingkang dipungadhahi Rama lan kakange.


    Sanadyan R. A Kartini boten nggadhahi kalodangan ngrampungaken sekolah, ananging piyambakipun saged nuntun para remaja putri priyayi, bumi putra wonten ing serambi pendopo wingking kabupaten. Nalika semanten sampun dipuntepangaken istilah kriya ing pelajaranipun, R. A Kartini sampun ngrampungaken lukisan karo cat minyak, ananging murid-murid sekolahipun tasih makarya, makarya kanthi ngasilaken pakaryan kanthi astanipun piyambak-piyambak, wonten ingkang njahit, ndamel pola utawi wujud-wujud dasar ndamel sandhangan.


        R. A Kartini rumaos dereng kasil dumugi penjenenganipun krama kaliyan bupatiRembang ingkang asma K. R. M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, ananging R.A Kartinigadhah dukungan saking garwanipun saengga saged ndamel sekolahan khusus kagem tiyangestri ing rikalan semanten.


        Perjuangan emansipasi terus dipunlampahi saengga para wanita saged uwal saking adhat pingit, wanita gadhah hak ingkang sami kaliyan tiyang jaler, para wanita saged ngangsu kawruhing sekolahan kados tiyang jaler.

        Saking palakramanipun kaliyan K. R. M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, R. AKartini dipunparingi ngandhut kaliyan Allah S.W.T, nalika surya kaping tiga welas wulan September warsa 1904 R. A Kartini nglahiraken bayi jaler kanthi asma Singgih utawi R. M Soesalit, nanging kahanane R. A Kartini tansah payah, boten nggadhahi daya maleh, sanadyan sampun nglampahi prawatan khusus, saengga nalika surya kaping pitulas wulan September warsa 1904, R. A Kartini unjal ambegan kang pungkasan, nalika yuswanipun selangkung tahun.

        Pramila para kanca, kita minangka Kartini-Kartini ing jaman sakniki kedah saged nglajengaken lelabuhanipun ingkang migunani nusa, bangsa, lan agama.


Ket:
R. A                :Raden Ajeng
R.M.A.A        : Raden Mas Aryo Adipati
M.A                :Mas Ajeng
K.R.M            : Kanjeng Raden Mas
R.M                : Raden Mas



GEGURITAN

 "Tak lelo lelo lelo ledung,cup menenga aja pijer nangis,

Anakku sing bagus rupane, yen nangis ndak ilang baguse,

Tak gadang bisa urip mulya, dadia satriya utama,

Ngluhurke asmane wong tuwa, dadia pendekaring bangsa".

"Kekidungane Simbah"

Dening Ucik Fuadhiyah

Ing pinggir ratan kene, ing ngisor dipan kono,

Ing ndhuwur dingklik iki, ing kene, yoh ing kene

Simbah tansah angudang

Tembange: "tak lelo lelo lelo ledung, cup menenga aja pijer nangis".

Tak lelo lelo lelo ledung, mbesuk gedhe, dadia wong agung.

Saben mripat wengi, wis kumlawe,

Dak simpen kekidungan, kang ginawa angin,

Konjuk donga, mugi Gusti ngijabahi,

Lan pangestumu, simbah,

Bakal dadi piweling dalan kang bakal dak ambah,

Dalan kang sarwa kebak ri,

Dalan kang rinasa wengis, tumrap jangkahku,

Nanging simbah,

Dak kira jangkahku iki bakal kandek,

Ya kidung kudanganmu iku, tansah keprungu,

Gawe gregeting manah lan sukmaku,

Nglakoni dina-dina kang wus kagelar ing lembaran-lembaran ing ngarep,

Simbah, apa iseh bakal keprungu kekudanganmu mengko?

"tak lelo lelo lelo ledung, cup menenga aja pijer nangis".

Kapethik saking buku geguritan Gendari marang Drestarasta 2020.

BERKAH KETAQWAAN

  Tersebutlah seorang pemuda yang sangat bertaqwa, dia sangat lugu dan polos. Suatu ketika pemuda itu belajar kepada seorang syaikh. Setelah...